Makalah Pendidikan Bisnis dan Manajemen Pengelolaan Keuangan Perusahaan
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR
ISI...................................................................................................................... ii
BAB 1
PENDAHULUAN................................................................................................. 1
1.1 LATAR BELAKANG...................................................................................... 1
1.2 RUMUSAN MASALAH................................................................................. 2
1.3 TUJUAN........................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN................................................................................................... 3
2.1 PENGERTIAN
PENGELOLAAN KEUANGAN ......................................... 3
2.2 PRINSIP
MANAJEMEN KEUANGAN......................................................... 3
2.3 PERANAN
MANAJEMEN KEUANGAN..................................................... 5
2.4 PENTINGNYA
MANAJEMEN KEUANGAN.............................................. 6
2.5 AKTIVITAS
MANAJEMEN KEUANGAN.................................................. 7
2.6 TUJUAN MANAJEMEN
KEUANGAN........................................................ 8
2.7 FUNGSI MANAJEMEN
KEUANGAN......................................................... .9
2.8 ANALISIS SUMBER
DANA DAN PENGGUNAANYA............................ 10
2.9 PERAN, TUGAS DAN
TANGGUNG JAWAB MANAJER KEUANGAN 11
BAB III PENUTUP............................................................................................................ 13
3.1 KESIMPULAN................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Bila pemakaian
dana tidak terkontrol akan berakibat keuangan kosong. Keuangan perusahaan yang
kosong menyebabkan terganggunya semua kegiatan operasional perusahaan.
Manajemen atas arus keluar- masuknya dana perusahaan yang terkontrol akan
menunjukkan kredibilitas perusahaan yang baik di dunia bisnis.
Dalam kondisi
keuangan yang buruk, manajemen dituntut untuk segera membenahi keuangan
perusahaan tersebut. Manajemen Keuangan membicarakan teori keuangan yang pada
dasarnya dapat dilakukan baik oleh individu. Teori keuangan
menjelaskan mengapa suatu fenomena dibidang keuangan bisa terjadi,
dan mengapa keputusan keuangan perlu diambil dalam menghadapi persoalan
keuangan.
Manajemen
sendiri sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian,
dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara
efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir,
dan sesuai dengan jadwal.
Pemahaman teori
keuangan akan akan memudahakan bagi ita untuk memahami berbagai masalah
keuangan yang mungkin kita hadapi dalam kehidupan sehari hari. Seorang
manajer keuangan harus dapat memahami dasar dasar dari manajemen keuangan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang manajer dalam mengetahui perihal
konsep dasar keuangan.
1.2Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian pengelolaan keuangan ?
2.
Bagaimana prinsip-prinsip manajemen keuangan perusahaan?
3.
Apa peranan manajemen keuangan pada perusahaan?
4.
Bagaimana tujuan manajemen keuangan pada perusahaan?
5.
Apa fungsi manajemen keuangan ?
1.3Tujuan Penulis
1. Untuk mengetahui pengertian
pengelolaan keuangan
2. Untuk mengetahui bagaimana prinsip-
prinsip manajemen keuangan.
3. Untuk mengetahui peranan dan
pentingnya manajemen keuangan
4. Untuk mengetahui tujuan manajemen
keuangan pada perusahaan
5. Untuk mengetahui fungsi manajemen
keuangan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pengelolaan Keuangan Secara Umum
Pengertian
Pengelolaan Keuangan secara umum adalah suatu cara atau metode yang konseptual
mengenai pemberdayaan atas sumber daya secara keseluruhan yang
operasionalisasinya dilaksanakan secara terencana, terorganisasi, teratur,
tertib, terkoordinasi serta terkendali sehingga tujuan atau sasaran dapat
tercapai secara efektif dan efisien.
Dengan
demikian pengelolaan keuangan dapat
diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengarahan, pemantauan,
pengorganisasian dan pengendalian sumber daya yang terdiri dari money, people, material dan teknologi
yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
2.2 Prinsip
Manajemen Keuangan
Dalam
prakteknya, Manajemen Keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka
menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun sistem
manajemen keuangan yang baik maka diperlukan pengidentifikasian prinsip-prinsip
manajemen keuangan yang baik pula.
Adapun 7
prinsip dari manajemen keuangan yang harus diperhatikan:
1.
Konsistensi (Consistency)
Consistency atau disebut juga dengan konsistensi ialah suatu
prinsip yang mana sebuah sistem dan kebijakan keuangan perusahaan sesuai dengan
apa yang direncanakan, tidak berubah dari setiap periode, tetapi yang harus
ditekankan bahwa sebuah sistem keuangan bukan berarti tidak bisa dilakukan
penyesuaian ketika terdapat sebuah perubahan signifikan dalam perusahaan.
Pendekatan keuangan yang tidak konsisten menjadi tanda bahwa ada nya manipulasi
pada suatu pengelolaan keuangan perusahaan.
2.
Akuntabilitas (Accountability) :
Accountability
atau disebut dengan akuntabilitas ialah suatu kewajiban hukum dan juga moral,
yang dimana melekat untuk setiap individu, kelompok ataupun sebuah perusahaan dalam
memberikan penjelasan bagaimana dana, peralatan, ataupun kewenangan yang
diberikan pihak ketiga telah dipergunakan.
Setiap pihak harus memberikan penjelasan dalam
hal mengenai penggunaan sumber daya dan apa yang telah dicapai sebagai suatu
bentuk pertanggung jawaban kepada pemangku kepentingan, agar semua tahu
bagaimana kewenangan dan dana yang dimiliki itu dipergunakan.
3.
Transparansi (Transparency) :
Transparancy atau
yang dsebut dengan transparanasi ialah suatu prinsip yang mana setiap dalam
suatu kegiatan manajemen harus terbuka baik dalam memberikan sebuah informasi
yang berkaitan dengan rencana dan segala aktivitas kepada para pemangku
kepentingan, termasuk pada laporan keuangan yang wajar, lengkap, tepat waktu
dan akurat serta dapat dengan mudah diakses oleh yang berkepentingan, jika tidak
transparan hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan atau
terdapat suatu penyelewengan dalam kegiatan perusahaan.
4.
Kelangsungan Hidup (Viability) :
Viability
atau yang disebut dengan kelangsungan hidup ialah suatu prinsip yang mana untuk
menekankan pada kesehatan keuangan perusahaan agar tetap terjaga, semua
pengeluaran operasional ataupun didalam tingkat yang strategi harus disesuaikan
dengan dana yang ada, kelangsungan hidup entitas ialah ukuran suatu tingkat
keamanan serta dalam keberlanjutan keuangan perusahaan. Dalam Manajemen keuangan manajer perusahaan harus
menyusun rencana keuangan yang dimana menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan
bisa menjalankan rencana strategisnya guna untuk memenuhi kebutuhan keuangan.
5.
Integritas (Integrity) :
Integrity
atau yang disebut dengan integritas ialah pada setiap individu wajib memiliki
tingkat integritas yang memumpuni dalam menjalankan sebuah kegiatan
operasional. Tidak hanya itu, dalam pencatatan dan laporan keuangan harus
terjaga integritasnya melalui kelengkapan dan tingkat keakuratan dalam suatu
pencatatan keuangan.
6.
Pengelolaan (Stewardship) :
Stewardship
atu disebut dengan pengolaan ialah suatu prinsip yang dimana perusahaan harus
bisa mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan memberikan jaminan
akan dana yang diperoleh tersebut untuk direalisasikan tujuan yang telah
ditetapkan, didalam prateknya perusahaan dapat melakukan pengelolaan keuangan
dengan baik dan berhati-hati dengan cara membuat sebuah perencanaan strategis,
dapat mengidentifikasi risiko keuangan serta menyusun dan membuat sistem
pengendalian keuangan yang sesuai.
7.
Standar Akuntansi (Accounting Standards) :
Accounting
Standards atau yang disebut dengan standar akuntansi ialah sebuah sistem
akuntansi keuangan yang harus sesuai dengan fakta agar data keuangan dan
informasi keuangan itu baik oleh pihak internal sendiri maupun oleh pihak-pihak
eksternal yang relevan terkait dapat dipergunakan dengan akurat berdasarkan
prinsip obyektifitas, keadilan dan kebenaran serta harus sesuai dengan
prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang telah berlaku dengan
bertujuan agar laporan keuangan yang dihasilkan bisa dengan mudah dipahami dan
dimengerti dari semua pihak yang berkepentingan.
2.3 Peranan
Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi
keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (rising of fund) dan
bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of
fund) Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak
dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk
membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa
memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan
berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung
jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi
keputusan berinvestasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu
perusahan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk
memaksimumkan nilai perusahaan. Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan
manajer keuangan menyangkut empat aspek yaitu :
1.
Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya yang bertanggung
jawab atas perencanaan umum perusahaan.
2.
Manajer kuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi
dan pembiayaan, dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.
3.
Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
4.
Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan,
dimana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga perusahaan dapat
diperdagangkan.
2.4 Pentingnya Manajemen Keuangan bagi suatu
perusahaan
Manajemen
keuangan bukan hanya berkutat seputar pencatatan akuntansi. Dia merupakan
bagian penting dari manajemen program dan tidak boleh dipandang sebagai suatu
aktivitas tersendiri yang menjadi bagian pekerjaan orang keuangan. Manajemen
keuangan lebih merupakan pemeliharaan suatu kendaraan, apabila kita tidak
memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service teratur, maka kendaraan
tersebut tidak akan berfungsi secara baik dan efisien. Lebih parah lagi,
kendaraan tersebut dapat dirusak ditengah jalan dan gagal untuk mencapai tujuan
yang ditetapkan.
Jadi,
manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk
memperoleh sumber modal yang semuah-murahnya dengan menggunakannya seefektif,
seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
Seorang
manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola
segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan
merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
Unsur
manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang
manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur
manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan
tersebut.
Sebab
itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen
keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk
merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer
keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
Adapun untuk semakin
memahami betapa pentingnya manajemen keuangan dalam suatu perusahaan yaitu
dengan mengetahui fungsi yang ada pada manajemen itu sendiri, yaitu:
• Investment decision (keputusan investasi)
Ini berkaitan dengan penanaman modal pada perusahaan. Keputusan ini akan berpengaruh pada aliran kas perusahaan di masa mendatang.
Ini berkaitan dengan penanaman modal pada perusahaan. Keputusan ini akan berpengaruh pada aliran kas perusahaan di masa mendatang.
• Financing decision (keputusan pendanaan)
Financing desicion berhubungan dengan sumber dana yang ada. Dengan mempelajari sumber dana di sisi pasiva, maka kita akan tahu bagaimana meminimalisir biaya serta bagaimana cara menguntungkan perusahaan.
Financing desicion berhubungan dengan sumber dana yang ada. Dengan mempelajari sumber dana di sisi pasiva, maka kita akan tahu bagaimana meminimalisir biaya serta bagaimana cara menguntungkan perusahaan.
• Keputusan deviden (deviden decision)
Poin ini menyangkut beberapa hal, seperti stabilitas dividen yang dibagi, stock splt, persentase laba yang akan dibagi, ataupun mengenai penarikan saham yang beredar.
Poin ini menyangkut beberapa hal, seperti stabilitas dividen yang dibagi, stock splt, persentase laba yang akan dibagi, ataupun mengenai penarikan saham yang beredar.
Tujuan manajemen keuangan
tidak selalu berkaitan dengan memaksimumkan laba dalam pengertian akuntansi,
tetapi lebih kepada memaksimalkan laba dalam pengertian ekonomi. Tujuan
tersebut dimaksudkan agar nantinya ketika perusahaan dijual, dapat ditawarkan
dengan harga setinggi mungkin. Itulah sebenarnya pengertian nilai perusahaan
yang ada pada tujuan manajemen keuangan.
Maka dari itu, peran
manajer keuangan pada suatu perusahaan sangat penting karena berkaitan pula
dengan tujuan manajemen keuangan. Sukses atau tidaknya suatu perusahaan juga
ditentukan oleh kemampuan manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan
dengan sebaik-baiknya.
2.5
Aktivitas Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan berhubungan berhubungan dengan 6 aktivitas,
yaitu:
1.
Aktivitas
perencanaan dana/asset, yaitu aktivitas dimana manajer melakukan evaluasi
kembali dan analisis dana/asset perusahaan.
2.
Aktivitas
pencarian dan/asset, yaitu dimana seorang manajer berperan penting dalam
pengambilan keputusan dalam pilihan mencari dana/asset yang tepat demi
keberlangsungan perusahaan.
3.
Aktivitas
penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai
aktiva.
4.
Aktivitas
perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber
dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
5.
Aktivitas
pengelolaan dana, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk
aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.
6.
Aktivitas
pengambilan keputusan terhadap suatu masalah keuangan, yaitu sebagai seseorang
yang paling berperan dalam perkembangan keuangan perusahaan.
2.6 Tujuan
Manajemen Keuangan
Tujuan
Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan . Dengan
demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan
setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang
agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.
Secara
normatif tujuan keputusan keuangan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan.
Nilai perusahaan merupakan harga yang biasa dibayar oleh calon pembeli apabila
perusahaan tersebut dijual. Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar
modal, harga saham yang diperjual berikan di bursa merupakan indikator nilai
perusahaan.
Memaksimumkan
nilai perusahaan (atau harga saham) tidak identik dengan memaksimumkan data per
lembar saham (earning per share, EPS).
Hal ini disebabkan karena:
(1)
memaksimumkan EPS mengabaikan nilai waktu uang, dan
(2) tidak
memperhatikan faktor resiko.
Dengan
demikian menaikkan nilai perusahaan tidak identik dengan memaksimumkan laba,
apabila laba diartikan sebagai laba akuntansi. Sebaliknya, memaksimumkan nilai
perusahaan akan identik dengan memaksimumkan laba dalam pengertian ekonomi
(economic profit), hal ini disebabkan karena laba ekonomi diartikan sebagai
jumlah kekayaan yang bisa dikonsumsikan tanpa membuat pemilik kekayaan tersebut
menjadi lebih miskin. Sayangnya konsep keuntungan ekonomi ini akan sulit
diterapkan, sehingga kalau kita mendengar istilah laba dalam lingkup
perusahaan, bisa dipastikan pengertiannya adalah pengertian akutansi.
Oleh
karena itu tujuan pengelolaan keuangan tersebut sebenarnya bisa berlaku untuk
siapa saja,bukan terbatas pada perusahaan. Hanya saja untuk level perusahaan
ada beberapa kekhususan.
Kekhususan-kekhususan tersebut diantaranya
adalah:
1. Perusahaan
dimiliki oleh lebih dari satu orang
2. Ada
peraturan-peraturan yang berlaku untuk perusahaan, akan tetapi tidak untuk individu.
3. Penggunaan
prinsip-prinsip akutansi untuk mencatat transaksi keuangan dalam perusahaan.
2.7 Fungsi Manajemen Keuangan
Secara
umum prinsip dan fungsi yang dijalankan dalam manajemen keuangan perusahaan
adalah menentukan pilihan sumber dana diperoleh dan tentukan, tetapi juga
bagaimana modal dana yang diperoleh tersebut digunakan secara optimal dalam
pengertian bahwa dana tersebut dialokasikan secara produktif, benar, amanah dan
dapat dipertanggung jawabkan baik secara horizontal maupun secara vertikal.
Secara
implementatif fungsi manajemen keuangan dijalankan dalam rangka usaha mencari
dan memperoleh sumber modal atau dana dengan biaya atau tingkat bagi hasil
tertentu yang diharapkan oleh pengguna dana secara relative cukup menguntungkan
dan pantas disepakati. Kemudian fungsinya adalah dari keseluruhan modal yang
diperoleh tersebut digunakan secara baik, benar dan optimal bagi pemilik dan
pengguna dana, yaitu menghasilkan manfaat dan keuntungan yang cukup tinggi yang
dapat dinikmati oleh pemilik dan pengguna dana.
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi
Manajemen Keuangan :
1. Perencanaan
Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan
lainnya untuk periode tertentu.
2.
Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan
keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3.
Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana
perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4.
Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi
sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5.
Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana
tersebut.
6.
Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta
perbaikan atas keuangan dan system keuangan pada perusahaan.
7.
Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal
atas keuangan perusahaan yang ada
agar tidak terjadi penyimpangan.
8.
Pelaporan Keuangan, penyediaan informasi
tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus
sebagai bahan evaluasi
2.8
Analisis
Sumber Dana dan Penggunaannya
Analisis sumber dana atau
analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis
ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan
dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan
dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi
keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam
analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas
dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari
masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan
dana.
Pada umumnya rasio keuangan
yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
1.
Rasio
Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka pendeknya.
2.
Rasio Leverage, rasio ini digunakan
untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam
proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
3.
Rasio
Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam
menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan
antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
4.
Rasio
Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang
dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5.
Rasio
Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan
yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh
dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.
2.9 Peran, Tugas dan
Tanggung Jawab Manajer Keuangan
1.
Peran Manajer
Keuangan
Kesuksesan
suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan Manajer Keuangan untuk beradaptasi
terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan
dapat terpenuhi, investasi dalam asset-aset perusahaan dan kemampuan
mengelolanya secara bijaksana. Dalam suatu perekonomian, efisiensi alokasi
sumber-sumber daya adalah sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi secara
optimal. Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik oleh Manajer
Keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga
menjadi lebih baik. Seandainya secara lebih luas dana-dana dialokasikan secara
tidak tepat, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lambat.
2.
Tugas Manajer
Keuangan
Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi
tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :
a.
Perolehan dana
dengan biaya murah
b.
Penggunaan dana
efektif dan efisien
c.
Analisis
laporan keuangan
d.
Analisis
lingkungan internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan
khusus.
Kegiatan
penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut lima aspek, yaitu
:
a.
Peramalan dan
perencanaan
Mengkoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan
perusahaan
b.
Keputusan-keputusan
investasi dan pendanaan
Membantu dan
menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutuskan aset spesifik
yang harus diperoleh dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
c.
Koordinasi dan kontrol
Berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa
perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.
d.
Berinteraksi
dengan pasar keuangan
Berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
e.
Manajemen
resiko
Bertanggung
jawab untuk program manajemen resiko secara keseluruhan termasuk
mengidentifikasi resiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.
3.
Tanggung Jawab
Manajer Keuangan
Manajer
keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah
dilakukannya. Adapun keputusan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer
keuangan dikelompokkan kedalam tiga jenis :
a.
Mengambil
keputusan investasi/pembelanjaan aktif (investment decision)
Menyangkut masalah pemilihan
investasi yang diinginkan dari sekelompok kesempatan yang ada, memilih satu
atau lebih alternatif yang dinilai paling menguntungkan.
b.
Mengambil
keputusan pendanaan/pembelanjaan pasif (financing decision)
Menyangkut masalah pemulihan
berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi, memilih
satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling murah.
c.
Mengambil
keputusan deviden (dividend decision)
Menyangkut masalah penentuan
besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan sebagai deviden tunai kepada
para pemegang saham, stabilitas pembayaran deviden, pembangian saham deviden
dan pembelian kembali saham-saham.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Manajemen keuangan bukan hanya berkutat seputar pencatatan akuntansi. Dia
merupakan bagian penting dari manajemen program dan tidak boleh dipandang
sebagai suatu aktivitas tersendiri yang menjadi bagian pekerjaan orang
keuangan. Manajemen keuangan lebih merupakan pemeliharaan suatu kendaraan,
apabila kita tidak memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service
teratur, maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik dan efisien.
Lebih parah lagi, kendaraan tersebut dapat dirusak ditengah jalan dan gagal
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Jadi, manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan
untuk memperoleh sumber modal yang semuah-murahnya dengan menggunakanya
seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan
harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini
wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam
mencapai tujuan perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
DRS. MUSLICH, M.M., Bisnis Syari’ah,
UPP SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN YKPN, 2007
http://playfriendstrap.com/2015/12/peranan-tujuan-manajemen-keuangan-dalam-suatu-perusahaan/
Komentar
Posting Komentar