Makalah Proses Bisnis Inti, Karakteristik Tahap Perencanaan Dan Penyusunan Strategi Pemasaran



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Pemasaran adalah sekelompok aktivitas yang saling berkaitan yang dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan mengembangkan distribusi, promosi, dan penetapan harga serta pelayanan untuk memuaskan kebutuhan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu. Sebelum melakukan pemasaran, tentu diperlukan yang namanya perencanaan (planning) yang matang agar tujuan pemasaran yang diinginkan dapat terealisasi dengan tepat. Perencanaan pemasaran adalah segala sesuatu sebelum dilakukan kegiatan-kegiatan pemasaran meliputi tujuan, strategi, kebijakan, serta taktik yang dijalankan.
Dalam perencanaan pemasaran, salah satunya terdapat penyusunan strategi pemasaran yang merupakan salah satu bagian dari proses perencanaan pemasaran. Strategi pemasaran adalah suatu proses pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Jadi, antara perencanaan pemasaran dan penyusunan strategi pemasaran tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, makalah ini disusun untuk membahas lebih jauh tentang bagaimana proses perencanaan pemasaran dan penyusunan strategi pemasaran.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami merumuskan beberapa masalah yang nantinya akan dibahas pada BAB II. Rumusan masalah tersebut antara lain :
  1. Bagaimanakah proses bisnis inti itu ?
  2. Bagaimana tahap perencanaan dan penyusunan strategi pemasaran ?
  3. Apa saja unsur-unsur dalam strategi pemasaran ?
  4. Bagaimanakah kunci keberhasilan strategi pemasaran ?
  5. Bagaimanakah strategi bauran produk itu ?


1.3  TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Mengetahui dan memahami tentang proses bisnis inti.
  2. Mengetahui dan memahami tahap perencanaan dan penyusunan strategi pemasaran.
  3. Mengetahui dan memahami unsur-unsur dalam strategi pemasaran.
  4. Mengetahui dan memahami kunci keberhasilan strategi pemasaran
  5. Mengetahui dan memahami tentang strategi bauran produk.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1  PROSES BISNIS INTI ( CORE BISNIS )
            Core Bisnis atau Bisnis inti dari suatu organisasi dalam suatu struktural, dimana dimaksudkan untuk mengekspresikan "inti" bahwa organisasi lebih "utama" sebagai aktivitas.
Inti proses bisnis berarti bahwa keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya tergantung pada seberapa baik masing-masing departemen melakukan pekerjaannya, tetapi juga pada seberapa baik perusahaan mengelola untuk mengkoordinasikan kegiatan departemen untuk melakukan proses bisnis inti.
Proses bisnis inti atau pun core pada suatu bisnis meliputi :
1.      Proses analisis pasar (intilejen pasar)
Proses pengamatan pasar, bertindak berdasarkan informasi.
2.      Proses realisasi tawaran baru (penelitian, pembuatan, peluncuran produk baru)
Meluncurkan penawaran yang mempunyai kualitas terbaru dengan cepat sesuai anggaran.
3.      Proses pengakusisian pelanggan (penentuan sasaran)
Mendefinisikan target pasar dan calon pelanggan untuk pelanggan baru.
4.      Proses customer relationship management (CRM)
Membangun pemahaman yang lebih dalam serta hubungan yang lebih dalam kepada setiap pelanggan individu.
5.      Proses manajemen secara keseluruhan
Melakaukan manajemen kegiatan seperti menerima, meyetujui, mengumpulkan pembayaran dan melakukan pengiriman dengan tepat dan cepat.


2.2  TAHAP PERENCANAAN PEMASARAN DAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMASARAN
A.    Tahap Perencanaan Pemasaran
Berikut ini  beberapa tahap dalam perencanaan pemasaran, yaitu:
1.      Rangkuman pimpinan (executive summary)
Tujuan bagian ini adalah menyajikan ikhtisar singkat dari seluruh rencana untuk mengetahui sekilas garis besar seluruh rencana yang disiapkan terutama diperuntukan bagi manajer puncak. Dokumen rencana pemasaran sebaiknya dibuka dengan rangkuman singkat yang berisi sasaran pokok dan rekomendasi yang akan diuraikan
2.      Situasi pemasaran saat ini (current marketing situational)
Tujuannya adalah menyajikan data penting yang melatar belakangi seluruh situasi. Data ini adalah mengenai pasar, produk, persaingan, distribusi, dan lingkungan makro
3.      Analisis peluang dan masalah (opportunity and issue analysis)
Meringkas hal-hal pokok yang menjadi peluang atau ancaman, kekuatan atau kelemahan, serta masalah-masalah mengenai produk yang harus dipecahkan oleh rencana ini. Dengan bekal seluruh data yang telah diuraikan dalam bagian situasi pemasaran saar ini, maka seorang manajer produk mulai mengidentifikasi peluang dan ancaman, kekuatan dan kelemahan serta masalah yang dihadapi oleh perusahaan tentang produk tertentu.
4.      Sasaran (objectivies)
Tujuannya adalah merumuskan sasaran dibidang volume penjualan, bagian pasar, dan keuntungan yang harus dicapai. Pada tahap ini manajemen telah menemuksn masalah yang pokok sehingga mulai dihadapkan pada proses pengambilan keputusan mengenai apa tujuan dan sasaran yang harus dicapai. Pada tahap berikutnya, sasaran inilah yang akan mengarahkan penyusunan strategi dan rencana kegiatan. Sasaran ini biasanya meliputi dua macam yaitu keuangan dan bidang pemasaran.
a.       Sasran keuangan
Sasaran keuangan ini sebenarnya mendasarkan diri pada suatu statement bahwa semua perusahaan pasti akan menuju pada sasaran keuangan tertentu. Pemilik perusahaan selalu berusaha mendapatkan keuntungan jangka panjang terhadap seluruh penanaman modal yang telah diinvestasikan.
b.      Sasaran pemasaran
Sasaran keuangan tidak akan bermanfaat jika tidak dikonversikan pada sasaran pemasaran karena antara sasaran keuangan dan sasaran pemasaran merupakan dua titik yang berhubungan sangat erat. Misalkan suatu sasaran keuntungan dalam bidang keuangan sama sekali tidak terealisir jika bagian pemasaran diam di tempat. Bagian pemasaranlah yang akan menentukan berhasil tidaknya sasaran tersebut yaitu dengan menarik suatu garis sehingga akan tersusun beberapa jumlah penjualan yang dapat menghasilkan keuntungan sasaran, berapa marker share yang harus dikuasai, bagaimana iklan yang digunakan supaya efektif dan lain sebagainya.
Untuk menetapkan suatu sasaran tidak dapat dilakukan dengan ceroboh akan tetapi harus memenuhi kriteria, yaitu:
·        Setiap sasaran harus dinyatakan dengan jelas, tidak meragukan, dapat diukur dan ada batas waktu untuk mencapainya
·        Berbagai sasaran yang ditetapkan harus saling berkaitan
·        Jika mungkun, sasaran dinyatakan menurut jenjang hieraki atau sasaran yang lebih rendah merupakan turunan sasaran yang lebih tinggi
·        Sasaran harus bisa dicapai akan tetapi harus cukup tinggi dan menantang sehingga mendorong orang melakukan tindakan maksimal



5.      Strategi pemasaran (marketing strategies)
Tujuan strategi pemasaran adalah menyajikan secara garis besar pendekatan pemasaran yang akan dilakukan agar sasaran dari rencana bisa tercapai.
Yang dimaksud strategi pemasaran adalah pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan lebih dahulu, di dalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai target pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaranyang dilakukan.
Pada tahap ini strategi pemasaran yang akan digunakan sepanjang periode yang akan datang mulai dipaparkan oleh manajer. Dalam mengembangkan strategi pemasaran yang akan dipilihnya, seorang manajer menghadapi sejumlah pilihan. Setiap sasaran dapat saja dicapai melalui berbagai cara.
6.      Program kegiatan (action programs)
Maksud dari program kegiatan adalah untuk menjawab pertanyaan apa yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukan, kapan dilakukan dan berapa biayanya ? pertanyaan tersebut adalah diambil dari setiap elemen strategi pemasaran yang telah disebutkan di atas.
7.      Anggaran rugi laba (projected profit and lose statement)
Maksud dari anggaran rugi laba adalah merangkum hasil keuangan yang diharapkan dari rencana. Dari sisi pendapatan disajikan rencana volume penjualan dan harga jual per unitnya sedangkan dari sisi biaya disusun biaya produksi, distribusi dan pemasaran yang diperinci lagi dalam kategori yang lebih sistematis. Selisih kedua sisi tersebut menggambarkan keuntungan yang direncanakan.
8.      Pengendalian (control)
Maksudnya adalah menguraikan sistem pengawasan atas realisasi yang dibandingkan dengan rencana. Bagian ini digunakan untuk mengikuti perkembangan pelaksanaan dibandingkan dengan rencana. Biasanya sasaran dan anggaran dipecah menjadi bulanan atau triwulan. Dengan demikian, manajemen dapat mengikuti dan melihat prestasi untuk setiap periode, kemudian menganalisis terutama kegiatan yang tidak berhasil mencapai sasaran.

B.     Penyusunan Strategi Pemasaran
Berikut ini beberapa tahap penyusunan strategi pemasaran:
1.      Mengembangkan Visi Strategis
Visi strategis merupakan aspirasi manajemen mengenai arah masa depan dan juga memberikan gambaran secara rinci mengenai kemana organisasi tersebut akan bergerak. Visi ini sendiri menerangkan tujuan perusahaan dalam waktu jangka panjang dan membentuk identitas organisasi tersebut.
2.      Menetapkan Tujuan Strategis
Maksud dari menetapkan tujuan disini adalah untuk mengkonversi pernyataan visi dan misi menjadi target kinerja yang spesifik. Setiap unit dalam suatu organisasi memerlukan target yang konkret dimana kinerja dan kontribusi mereka dapat di ukur terhadap pencapaian tujuan organisasi.
3.      Merumuskan Strategi Bisnis
Beberapa langkah yang perlu dilakukan suatu organisasi dalam merumuskan strategi adalah:
a.       Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang telah dibuat.
b.      Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh suatu organisasi dalam menjalankan misinya.
c.       Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
d.      Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
e.       Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
4.      Mengeksekusi Strategi
Visi serta strategi yang telah dibuat tidak akan berarti jika kita tidak mengerjakannya secara tuntas dan optimal. Tanpa adanya eksekusi, tujuan yang telah diterapkan pun tidak akan pernah tercapai.
5.      Mengevaluasi Strategi Bisnis
Proses pelaksanaan strategi harus dievaluasi secara reguler. Dalam vase evaluasi ini dapat dilihat apakah segalanya sudah berjalan dengan baik atau belum

2.3 UNSUR-UNSUR STRATEGI PEMASARAN
Berikut ini beberapa unsur yang ada dalam strategi pemasaran, yaitu:
  1. Penentuan Pasar
Makna dari "pasar" sangatlah luas sehingga pengusaha dalam hal ini bagian manajemen pemasaran harus memutuskan, memilih secara tepat dibagian tertentu, pasar mana yang nantinya akan dilayani, ini harus dilakukan supaya pemasarannya fokus. segmentasi pemasaran ! dalam sebuah strategi pemasaran hal ini adalah awal dari semua upaya, dan sangat perlu mendapatkan perhatian serius. segmentasi pemasaran adalah upaya pengklasifikasian atau pengelompokan pasar untuk memudahkan bagaimana nantinya pasar akan diperlakukan, karena sudah barang tentu modal akan terbatas, sebisa mungkin dana yang ada digunakan seefektif mungkin, akan tidak efektif jika melakukan pendekatan ke semua masyarakat secara menyeluruh bersamaan, sumber daya tenaga dan biaya yang sangat besar tentunya, juga kehilangan waktu yang bisa lumayan lama, walaupun sudah ditunjang oleh media online, karena belum tentu semua market yang ada menggunakan layanan online sebagai perilakunya. segmentasi pasar ini adalah awal dari strategi pemasaran supaya produk atau jasa nantinya bener benar di seting sedemikian rupa dengan keinginan pasar.

Pasar yang tersegmen dengan tepat didalam permulaan usaha akan membuat dana pada awal usaha menjadi efektif, ini tentu sangat bermanfaat bagi pengusaha atau manajemen pemasaran yang mempunyai modal yang minimalis, dengan segmentasi yang tak meleset, tertarget sesuai dengan yang dituju, akan sangat menguntungkan para pelaku usaha utamanya untuk perputaran modal dari angka penjualan yang tinggi, semisal ada respon yang cepat dari pasar, dari promosi yang singkat tak berlama lama pun akan menelurkan penjualan yang tinggi, mungkin karena faktor pendekatan promosi iklan yang tepat target sasaran, yang memang memerlukan produk tersebut. 

Kita bisa bayangkan, bagaimana seandainya jika Manajemen Pemasaran mobil BMW mensponsori kegiatan lomba paduan suara antar SD, tentu sedikit jika tak mau dikatakan tak ada hasilnya. Strategi pemasaran tim marketing akan lebih efektif apabila target pasarnya disesuaikan, katakanlah tim marketing BMW menjadi sponsor dalam event touring car, atau lomba golf. ini akan menjadi jauh lebih baik.

  1. Perencanaan Produk

Sebelum membangun sebuah produk yang siap dikeluarkan di pasaran, manajemen pemasaran hendaknya perlu membuat perencanaan produk yang telah disesuaikan dengan target pasarnya, semisal penentuan besaran volume produk, iklan, juga tokoh yang ada dalam iklan. coba diperhatikan, mengapa deterjen banyak berukuran mini volumenya, tidak hanya berukuran besar? atau lihat mengapa shampo Clear menggunakan model pria muda rupawan? mengapa tidak menggunakan artis veteran yang masih tenar? mengapa botol saos menggunakan yang sederhana namun kuat?

Semua pertanyaan diatas tentu sudah melalui Perencanaan, hal hal detail lainnya perlu direncanakan, bahkan jika anda tahu, Mie Sedap yang akan bersaing dengan mie tenar sebelumnya macam Indomie dan Sarimi melakukan riset pasar sekurangnya 2 tahun lamanya sebelum produk tersebut dilepas kepasaran dan menghabiskan biaya yang tak sedikit. dan kita bisa lihat bersama, dalam rentang waktu yang tak terlalu lama, Mie Sedap berhasil merangsek mengganggu dominasi Mie-Mie sebelumnya. Terlihat jelas bahwa strategi pemasaran tak selalu tentang produk yang sudah siap dilepas kepasaran, tetapi bisa juga dalam proses perencanaan.Manajemen harga merupakan suatu upaya strategis, paling strategis didalam memulai persaingan, bisa diawali dengan perhitungan yang sangat matang secara internal perusahaan lalu dibandingkan denga para pesaing.
  1. Manajemen Harga
manajemen harga ini dimulai dengan cara yang sederhana, harga saat promosi, harga eceran, harga reseller atau agen dan lain lain. belakangan ini, pengembangan strategi pemasaran dalam manajemen harga bisa begitu luas, karena "pasar" saat ini juga turut andil dalam penentuan harga, menjadi masukan dipasar, utamanya saat pasar merespon secara rendah produk tertentu dengan tingkat kreatifitas harga yang keliru, respon pasar atas rumussan harga dari para pesaing.
Bisa kita lihat contoh nyata, Wings Food selalu menarik dalam menentukan harga yang berbasis segmen pasar, contohnya Beli 3 Mie Sedap gratis 1 Mie, Beli 3 bungkus Kopi gratis 1 bungkus. coba perhatikan, ini bisa menguntungkan 2 belah pihak, si pembeli juga penjual, apabila yang dibeli hanya 1 bungkus saja, maka bonus akan menjadi milik penjual, yang dapat dijadikan uang ketika dijual lagi.

  1. Distribusi

Distribusi adalah bagian strategi pemasaran yang karena faktor efisien dan efektivitas bisa membuat energi terkuras. ada tiga pihak yang akan terpuaskan, Produsen, Agen atau reseller dan Konsumen. Distribusi merupakan layanan yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua pihak yang ada karena menggunakan jalur rantai merantai.

Kita bisa melihat keunggulan dari produk buku Gramedia, Gramedia merupakan pemasaran yang juga distributor buku, selain produsen buku juga, sekaligus pemilik toko buku diberbagai kota, ini inline serta integratif.

  1. Komunikasi dan Promosi

Lini komunikasi sepatutnya disusun dengan benar karena lini ini akan jadi awal dari pertemuan atau awal dari hubungan berupa informasi-informasi. komunikasi meliputi penerepan pendekatan pmasaran, sistem publlikasi promosi penjaualan, hubngan dengan relasi, penjaualan langsung, pembentukan media yang mendukung. kominikasi yang tepat menyebabkan persepsi yang baik ke dalam pasar. coba tengok iklan keju yang ada ditelevisi, disana digambarkan hanya dengan selembar keju, seorang anak bisa bertambah pintar dan cerdas, sekarang coba anda bayangkan, apakah benar seorang anak akan semakin cerdas hanya dari mengkonsumsi selembar keju? Nah, itulah strategi pemasaran, semuanya harus kreatif dan komunikatif.



2.4 KUNCI KEBERHASILAN STRATEGI PEMASARAN
Suksesnya pemasaran suatu produk atau jasa menjadi indikator suksesnya bisnis yang Anda jalankan. Untuk memenangkan pasar, diperlukan strategi pemasaran yang tepat.
Selain itu, pastikan kualitas produk menjadi poin penting dalam menyusun strategi pemasaran. Setelah itu, rancanglah strategi pemasaran yang efektif agar proses pemasaran dapat berjalan secara terkontrol, dinamis, dan kreatif. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda terapkan.
1.      Identifikasi Pelanggan
Identifikasi target market akan membantu dalam menyusun strategi marketing yang efektif. Kita dapat membidik pasar di kelompok usia 15—30 tahun jika ingin memasarkan produk sepeda sport. Atau dapat membidik wanita dengan kelompok usia 20—35 tahun jika ingin memasarkan produk sepatu wedges. Jadi, dengan mengetahui siapa target market, kita akan terhindar dari terbuangnya waktu dan biaya yang sia-sia.
2.      Promosi
Lakukan upaya promosi atau memperkenalkan produk bisnis Anda kepada konsumen. Usahakan agar promosi yang Anda lakukan tersebut konsisten, terus-menerus, dan dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan tidak merasa bosan. Misalnya, setiap kali bepergian, bawalah brosur, pamflet, atau leaflet berisi produk bisnis Anda untuk dibagikan kepada rekan-rekan, atau Anda dapat menyebarkan brosur tersebut di tempat umum. Buatlah status di jejaring social yang berkaitan dengan produk Anda, atau Anda mungkin dapat mengirim sms kepada teman-teman Anda terkait dengan produk tersebut. Dengan berbagai usaha tersebut, dengan sendirinya, Anda akan menemukan pelanggan yang membutuhkan produk yang Anda tawarkan.
Selain itu, lihatlah pula bagaimana upaya promosi yang dilakukan kompetitor Anda. Jika penawaran Anda lebih unik dan menarik, lanjutkan upaya promosi tersebut. Jangan lupakan pula kehebatan pemasaran dari mulut ke mulut. Kekuatan promosi dari mulut ke mulut ini memang ajaib karena dapat menyebar dan menjaring pelanggan hingga berlipat-lipat. Oleh karena itu, siapkan diri Anda untuk membuat pelanggan lebih nyaman berbisnis dengan Anda. Pelanggan yang merasa puas dengan produk Anda akan menjadi pelanggan loyal yang dapat menarik pelanggan baru.
3.      Pilih Lokasi Strategis
Faktor penting dalam strategi pemasaran lainnya adalah masalah pemilihan tempat. Anda perhatikan outlet atau toko roti Holland Bakery selalu berada di jalan yang sibuk di mana traffic lalu lalang orang sangat tinggi. Itu merupakan strategi mereka dalam membidik pelanggan potensial. Maka, usahakan untuk memilih lokasi yang tepat, strategis, agar kesempatan bisnis Anda untuk dapat diakses oleh pelanggan lebih terbuka.
4.      Gunakan Internet
Internet marketing bisa jadi salah satu strategi marketing yang sangat efektif. Apa pasal? Anda dapat mengetahui selera pelanggan dan kebutuhan pelanggan Anda dengan menempatkan bisnis Anda di situs jejaring sosial. Saat ini, jual beli online semakin marak dengan jumlah transaksi yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan kecenderungan bagaimana pelanggan ingin berbelanja di luar jam buka toko, menghindari keramaian, dan lebih privasi. Ruang inovasi juga terbuka lebar di internet. Anda dapat memasang foto, berinteraksi langsung dengan pelanggan, bahkan menggelar berbagai promo menarik bisa Anda lakukan.
Jalin hubungan dengan pelanggan. Memelihara pelanggan lama lebih mudah dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Konon, biaya yang dibutuhkan untuk menarik pelanggan baru sekitar 6 kali lipat daripada memelihara pelanggan lama. Maka, buatlah database pelanggan, masukkan data-data penting beserta kemajuan yang telah dicapai, hubungi mereka secara berkala, dan informasikan pelanggan mengenai promo produk yang sedang berjalan, dan lain-lain. Joe Girard, seorang salesman terkemuka di dunia otomotif, mengatakan bahwa kunci suksesnya adalah selalu memelihara hubungan yang baik dengan pelanggannya.
5.      Tetap Fokus
Kekuatan fokus terbukti dapat mengantarkan Apple menuju kesuksesan. Apple fokus pada produknya dan sanggup menghasilkan miliaran dolar hingga kini. Kesuksesan Apple tersebut karena mereka fokus dengan sumber daya mereka dan produk yang lebih sedikit tapi inovatif. Fokus tidak berarti Anda menjual lebih sedikit. Sebaliknya, Anda dapat meningkatkan produksi Anda di wilayah tertentu.

2.5 STRATEGI BAURAN PRODUK
A. Lini Produk dan Bauran Produk
            Lini produk dan bauran produk merupakan satu kesatuan, diman lini produk merupakan bagian dari bauran produk.
1.      Lini produk
Lini produk adalah kelompok produk di dalam kelas produk yang berkaitan erat karena memiliki fungsi yang serupa, dipasarkan melalui gerai atau saluran yang sama atau dalam kisaran harga tertentu, dan dijual kepada kelompok pelanggan yang sama.
Terdapat beberapa istilah di dalam lini produk, yaitu:
a.       Line dept (kedalaman lini), berhubungan dengan jumlah varian produk dalam satu lini.
b.      Line consistency (konsistensi lini), berhubungan denga seberapa dekat keterkaitan antar produk dalam satu lini.
c.       Line vulnerability (tingkat kekuatan lini), berhubungan dengan presentse penjualan atau keuntungan yang dapat diambil dari seberapa kecil produk dalam satu lii.
d.      Line extension (perluasan lini), berhubungan dengan penambahan produk baru pada stu lini.
Contoh lini produk:
Contoh pada perusahaan indofood. Indofood merupakan perusahaan yang bergerak dibidang makanan dan minuman. Banyak makanan dan minuman yang sudah diproduksi oleh perusahaan indofood, seperti mie instan, minyak goreng, tepung terigu dan lain sebagainya. Lalu mana yang disebut lini produk dari perusahaan indofood tersebut ? bisa dikatakan bahwa mie instan, minyak goreng, tepung terigu itu adalah lini produk. Misal, mie instan disebut sebagai lini produk 1. Lalu tepung terigu sebagai lini produk 2 dan seterusnya. Di dalam satu lini terdapat beberapa item contoh dalam lini produk mie instan, indofood memiliki beberapa item seperti indomie, sarimie, supermie dan sebagainya.
  1. Bauran produk
Bauran produk (product mix) adalah perpaduan dari semua lini produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada konsumen.
Bauran produk memiliki 4 dimensi, yaitu:
·         Width (kelebaran)
Kelebaran bauran produk berhubungan dengan berapa banyak lini produk yang ditangani perusahaan. Contoh jika perusahaan memiliki 4 lini produk, berarti kelebaran bauran produknya adalah 4.


·         Length (kepanjangan)
Mengacu keseluruhan jumlah item (produk) di dalam bauran produk itu sendiri. Contoh jika suatu perusahaan memiliki 4 lini produk dan memiliki 2 cabang untuk setiap lininya, itu berarti kepanjangan bauran produknya adalah 8.
·         Depth (kedalaman)
Kedalaman produk mengarah pada seberapa banyak variasi dalam setiap produk. Variasi tersebut berupa ukuran, warna, rasa dan sebagainya. Contoh apabila suatu perusahaan memproduksi mie instan dengan 2 ukuran yang berbeda serta mempunyai 4 varian rasa yang berbeda, maka kedalamannya adalah 8.
·         Konsistensi
Berhubungan dengan seberapa erat hubungan antar berbagai lini produk dalam ketentuan produksi, saluran distribusi, penggunaan akhir, dan sebagainya. Contoh perusahaan mungkin dapat memproduksi minuman dan botol minuman, dimana keduanya saling berhubungan satu sama lain.
Menurut stanton, strategi bauran produk terdiri dari:
  1. Perluasan bauran produk (expansion of product mix)
Perusahaan mengadakan perluasan bauran produk dengan cara:
·         Menambah jumlah lini produk
·         Menambah ukuran, formula atau ciri pada jenis produk yang ada sehingga sama dengan menambah kedalaman bauran produk.
      Pada dasarnya perusahaan dapat memperpanjang lini produknya dengan dua cara sistematis, yaitu :


a. Merentang Lini

Strategi ini dilaksanakan dengan cara memperpanjang lini produk di luar skala yang ada pada saat ini. Suatu perusahaan dapat merentang lini ke atas, ke bawah atau keduanya.

b. Mengisi lini
Strategi ini dilakukan dengan cara menambah mata produk yang lebih banyak pada lini produk yang ada. Hal ini dilakukan karena perusahaan ingin meraih keuntungan yang lebih besar dengan memanfaatkan kapasitas yang belum terpakai, berusaha untuk menjadi perusahaan dengan produk lini yang lengkap dan mencoba mengisi peluang sebelum diambil pesaing. Agar perusahaan tidak berlebih dalam menggunakan strategi ini karena akan menimbulkan kebingungan setiap mata produk dalam ingatan para konsumen sehingga setiap mata produk memiliki perbedaan yang cukup jelas.


2. Pengurangan bauran produk (Contraction of product mix)
      Perusahaan mengadakan penciutan dengan cara mengurangi jumlah lini produk atau mengurangi jumlah mata produk. Produk yang dihapus biasanya produk yang kurang menguntungkan atau hanya menghasilkan sedikit laba sehingga perusahaan lebih memusatkan pada produk yang ada tetapi mendatangkan keuntungan yang lebih besar, atau dengan kata lain keuntungan dapat lebih ditingkatkan apabila beberapa mata produk dihapus.

3. Perubahan wujud produk (Alteration of exiting product)
      Perubahan wujud  produk yaitu melakukan perbaikan pada produk yang ada seringkali memberikan keuntungan yang lebih besar dan mengurangi resiko daripada mengembangkan satu jenis produk baru. Perubahan tersebut dapat berupa :
  • Perubahan desain atau mendesain kembali (redesigning), dengan tujuan agar produk tersebut menjadi lebih menarik bagi konsumen.
  • Perubahan kemasan (packaging), lebih banyak dilakukan terhadap barang konsumen.
  • Perubahan bahan baku, sehingga diharapkan perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produknya.

4. Memposisikan produk (Positioning the product)
      Salah satu faktor yang mempengaruhi laba perusahaan adalah kemampuan dan keterampilan manajemen dalam menentukan posisi produknya secara tepat di pasar. Dalam memposisikan produknya, perusahaan harus mampu menempatkan secara tepat terutama dalam menghadapi produk pesaing. Penentuan segmen pasar sasaran merupakan salah satu cara dalam memposisikan produk. Segmen pasar dapat disesuaikan karena penentuan segmennya tidak tepat maka konsumen akan sulit di dapat.

5. Trading up and trading down
      Strategi ini pada hakekatnya sama dengan perluasan dan penyempitan bauran produk, hanya saja strategi ini lebih menekankan pada kegiatan promosinya.
Trading uo, berarti perusahaan menambah produk prestisenya (produk yang berharga tinggi) pada lini produk yang ada dengan harapan agar penjualan produksi yang berharga murah meningkat.
Trading down, berarti perusahaan menambah barang-barang yang berharga lebih murah pada lini produk yang berharga lebih mahal (barang prestise), dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang berdaya beli rendah.

Pada dasarnya kedua strategi ini memberikan keuntungan dan resiko. Pada strategi trading up resiko utamanya adalah kehilangan kedua tipe dari pelanggan. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan ingin mengibah citra perusahaan dengan memproduksi produk baru yang lebih mahal, di lain pihak perusahaan tidak mau kehilangan pelanggan lamanya. Kejadian ini dapat mengakibatkan tenggekamnya citra perusahaan dan para pelanggan baru belum tentu percaya sepenuhnya pada produk baru yang lebih mahal tersebut memiliki kualitas yang tinggi.

Strategi Trading down perusahaan menghasilkan produk yang berharga murah untuk menarik konsumen yang lebih rendah. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya kepercayaan dari konsumen lama sehingga dapat merugikan bagi produk yang berkualitas tinggi karena konsumen akan mempunyai anggapan bahwa perusahaan tersebut selain menghasilkan produk yang berkualitas baik juga memproduksi produk yang berkualitas rendah. Sedangkan menurut Philip Kotler  mengatakan bahwa strategi bauran produk ini  berkaitan dengan  menghapuskan lini produk, mengubah prioritas lini produk dan menambah lini produk baru (1996 : 11)








           


BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan materi di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam membuat perencanaan pemasaran, perlu melalui beberapa tahap  dan dalam perencanaan pemasaran salah satunya terdapat tahap penyusunan strategi pemasaran yang tidak bisa dilewatkan karena memiliki peran penting dalam tercapainya tujuan pemasaran yang diinginkan. Dan salah satu strategi yang dapat digunakan dalam perencanaan pemasaran adalah strategi bauran produk.

3.2 SARAN
Untuk pengembangan lebih lanjut, kami menyarankan agar pembaca lebih memahami tentang perencanaan pemasaran dan penyusunan strategi pemasaran sehingga bisa diterapkan dalam menjalankan suatu bisnis.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca. Kami mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan.








DAFTAR PUSTAKA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Hukum Bisnis Perseroan Terbatas

Makalah Kepemimpinan

Makalah Kependudukan dan Ketenagakerjaaan