Makalah Ilmu Asbabunnuzul Qur'an
BAB I
PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Al-qur`an adalah merupakan kitab suci yang akan selalu terjaga
sampai hari kiamat yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW, dan
Al-qur`an diturunkan melalui dua cara yaitu diturunkan secara berangsur-angsur
dan secara sekaligus. Nuzulul Qur`an (turunnya Al-qur`an) terjadi pada malam Lailatul
Qadar bulan Ramadhan yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Al-qur`a`n(wahyu) Allah juga diturunkan melalui perantara malaikat
Jibril dan ada juga yang secara lansung yaitu tanpa melalui perantara malaikat
Jibril. Tak jarang orang yang tidak mengetahui apa itu Nuzulul Qur`an dan
bagaimana Al-qur`an diturunkan.
Oleh karena itu penting bagi kami membahas tentang Nuzulul
Qur`an supaya orang-orang islam umumnya dan para pembaca khususnya mengetahui lebih dalam lagi apa itu
Nuzulul Qur`an dan bagaimana Al-qur`an diturunkan.
b.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
itu Nuzulul Qur`an
2.
Bagaimana
tahap-tahap Al-qur`an diturunkan
3.
Bagaimana
waktu dan priodesasi turunnya Al-qur`an
4.
Bagaimana
cara Al-qur`an diturunnkan
c.
Tujuan
1.
Mengetahui
arti Nuzulul Qur`an
2.
Mengetahui
tahap-tahap Al-qur`an diturunkan
3.
Mengetahui
waktu dan priodesasi turunnya Al-qur`an
4.
Menjelaskan
cara Al-qur`an diturunkan
BAB II
PEMBAHASAN
a.
Pengertian
Nuzulul Qur`an
Secara
harfiyah Nuzulul Qur`an berasal dari kata Nuzul yang berarti turun dan Qur`an
artinya kitab suci Al-Qur`an (bacaan). Jadi secara bahasa Nuzulul Quran berarti
turunnya Al-Qur`an (bacaan).
Secara
istilah Nuzulul Qur`an berarti peristiwa penting dalam peristiwa penurunan
Al-Qur`an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di
langit dunia, hingga diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah saw sesuai dengan
peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu kurang lebih 23 tahun.
Pengertian
Nuzulul Qur`an menurut para Ulama:
1.
Jumhur
Ulama mengatakan bahwa arti Nuzulul Qur`an itu secara hakiki tidak cocok
sebagai kalam Allah yang berada pada Dzat-Nya, sebab dengan memakai ungkapan di
turunkan menghendaki adanya materi kalimat atau lafadz atau tulisan huruf yang
ril yang harus di turunkan. Karena itu kalimat Nuzulul Qur`an itu harus dipakai
makna majazi yaitu menetapkan/ memberitahukan/ menyampaikan Al-Qur`an, baik di
sampaikannya ke Lauh Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia maupun kepada
Nabi Muhammad SAW sendiri.
2.
Sebagian
Ulamma mengatakan Nuzulul Qur`an itu juga tidak perlu dialihkan dari arti
hakiki kepada arti majazi, maka Nuzulul Qur`an itu berarti tutunnya Al-Qur`an.
Sebab arti tersebut sudah bisa digunakan dalam bahasa Arab.1
QS.al-baqarah ayat 185 DENGAN ARTINYA
ãöky tb$ÒtBu üÏ%©!$# tAÌRé& ÏmÏù ãb#uäöà)ø9$# Wèd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3yßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur 4 `yJsù yÍky ãNä3YÏB tök¤¶9$# çmôJÝÁuù=sù ( `tBur tb$2 $³ÒÍsD ÷rr& 4n?tã 9xÿy ×o£Ïèsù ô`ÏiB BQ$r& tyzé& 3 ßÌã ª!$# ãNà6Î/ tó¡ãø9$# wur ßÌã ãNà6Î/ uô£ãèø9$# (#qè=ÏJò6çGÏ9ur no£Ïèø9$# (#rçÉi9x6çGÏ9ur ©!$# 4n?tã $tB öNä31yyd öNà6¯=yès9ur crãä3ô±n@ ÇÊÑÎÈ
185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara
yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di
negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan
itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka
(wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur.
Dapat
disimpulkan bahwa Al-Qur`an diturunkan pada bulan Ramadhan Al-Qur`an diturunkan
kepada Rasulullah SAW yang dijadikan sebagai petunjuk umat manusia.
b.
Tahap-tahap
turunnya Al-qur`an
Alqur`an diturunkan melalui beberapa tahap yaitu:
1. At-Tanazzulul
Awwalu yaitu al-qur`an diturunkan di Lauh Mahfudz yakni
tempat dimana manusia tidak mengetahui. Sebagaimana firman Allah QS.
ALBURUJ: 21-22
ö@t/ uqèd ×b#uäöè% ÓÅg¤C ÇËÊÈ Îû 8yöqs9 ¤âqàÿøt¤C ÇËËÈ
“bahkan yang didustakan mereka adalah Al-qur`an yang mulia yang
tersimpan dalam Lauh Mahfudz”(QS. Alburuj: 21-22
2.
At-Tanazzulu Ats-Tsani yaitu setelah
Al-Qur’an berada di Lauh Mahfudh, kitab Al-Qur’an itu turun ke Baitul `Izzah di
langit dunia atau langit terdekat dengan bumi ini. Sebagai mana firman Allah QS.
AD-DUKHAN: 1-6
üNm ÇÊÈ É=»tGÅ6ø9$#ur ÈûüÎ7ßJø9$# ÇËÈ !$¯RÎ) çm»oYø9tRr& Îû 7's#øs9 >px.t»t6B 4 $¯RÎ) $¨Zä. z`ÍÉZãB ÇÌÈ $pkÏù ä-tøÿã @ä. @øBr& AOÅ3ym ÇÍÈ #\øBr& ô`ÏiB !$tRÏYÏã 4 $¯RÎ) $¨Zä. tû,Î#ÅöãB ÇÎÈ ZpyJômu `ÏiB y7Îi/¢ 4 ¼çm¯RÎ) uqèd ßìÏJ¡¡9$# ÞOÎ=yèø9$# ÇÏÈ
“Ha-Mim. Demi
Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu
malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada
malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar
dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai
rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui”(QS. Ad-Dukhan: 1-6)
3.
At-Tanazzulu Ats-tsaalistu Al-Qur’an
disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad saw dengan melalui perantaraan
Malaikat Jibril. Sebagaimana firman Allah QS. ASY-SYU`ARA: 193-1942
tAttR ÏmÎ/ ßyr9$# ßûüÏBF{$# ÇÊÒÌÈ 4n?tã y7Î7ù=s% tbqä3tGÏ9 z`ÏB tûïÍÉZßJø9$# ÇÊÒÍÈ
“Ia (Al-Qur’an)
itu dibawa turun oleh Ar-Ruh al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar
kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan” (Asy-Syu`ara’:
193-194).
c.
Waktu
dan priodesasi turunnya Al-Qur`an
Priode Pertama
Pada
waktu saat turunnya wahyu pertama Rasulullah belum menjadi Rasul, beliau masih
menjadi nabi dan tidak diperintah untuk menyampaikan kepada umatnya, baru
setelah turunnya wahyu kedua beliau diperintahkan untuk menyampaikan apa yang
telah diterimanya kepada umatnya. Sebagimana firman Allah (wahai yang
berselimut bangkit dan berilah peringatan).
Periode
ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi
di kalangan masyarakat Arab ketika itu. Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga
hal pokok:
1.
Segolongan
kecil dari mereka menerima dengan baik ajaran-ajaran Al-qur`an.
2.
Sebagian
besar dari mereka ada yang menolak ajaran al-qur`an karena kebodohan mereka.
Priode
Kedua
Periode
kedua dari sejarah turunnya Al-Quran berlangsung selama 8-9 tahun, dimana
terjadi pertarungan hebat antara gerakan Islam dan jahiliah. Gerakan oposisi
terhadap Islam menggunakan segala cara dan sistem untuk menghalangi kemajuan
dakwah Islamiah.
Priode
Ketiga
Selama
masa periode ketiga ini, dakwah Al-Quran telah dapat mewujudkan suatu prestasi
besar karena penganut-penganutnya telah dapat hidup bebas melaksanakan
ajaran-ajaran agama di Yatsrib (yang kemudian diberi nama Al-Madinah
Al-Munawwarah). Periode ini berlangsung selama sepuluh tahun, di mana timbul
bermacam-macam peristiwa, problem dan persoalan, seperti: Prinsip-prinsip
apakah yang diterapkan dalam masyarakat demi mencapai kebahagiaan? Bagaimanakah
sikap terhadap orang-orang munafik, Ahl Al-Kitab, orang-orang kafir dan
lain-lain, yang semua itu diterangkan Al-Quran dengan cara yang berbeda-beda.
d.
Cara
Al-qur`an diturunkan
1.
Al-qur`an
diturunkan sekaligus
Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
QS, AL-BAQARA: 185
dan artinya
ãöky tb$ÒtBu üÏ%©!$# tAÌRé& ÏmÏù ãb#uäöà)ø9$# Wèd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3yßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur 4 `yJsù yÍky ãNä3YÏB tök¤¶9$# çmôJÝÁuù=sù ( `tBur tb$2 $³ÒÍsD ÷rr& 4n?tã 9xÿy ×o£Ïèsù ô`ÏiB BQ$r& tyzé& 3 ßÌã ª!$# ãNà6Î/ tó¡ãø9$# wur ßÌã ãNà6Î/ uô£ãèø9$# (#qè=ÏJò6çGÏ9ur no£Ïèø9$# (#rçÉi9x6çGÏ9ur ©!$# 4n?tã $tB öNä31yyd öNà6¯=yès9ur crãä3ô±n@ ÇÊÑÎÈ
185. (Beberapa hari yang ditentukan itu
ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu
dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di
antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia
berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya
itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,
supaya kamu bersyukur.
Dan firman-Nya:
QS, AL-QADR:1 dan artinya
!$¯RÎ) çm»oYø9tRr& Îû Ï's#øs9 Íôs)ø9$# ÇÊÈ
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam
kemuliaan[1593].
[1593]
Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu
suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan
turunnya Al Quran.
Dan firman-Nya pula:
QS, AD-DUKHAN: 31 dan artinya
`ÏB cöqtãöÏù 4 ¼çm¯RÎ) tb%x. $\Ï9%tæ z`ÏiB tûüÏùÎô£ßJø9$# ÇÌÊÈ
31. dari (azab) Fir'aun. Sesungguhnya Dia
adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.
Al-qur`an
diturunkan selama dua puluh tiga tahun. Dalam hal ini ulama mempunyai dua
mazhab pokok:
1.
Mazhab
pertama, yaitu pendapat
Ibnu Abbas dan sejumlah ulama serta yang dijadikan pegangan oleh umumnya ulama.
Yang dimaksud dengan turunnya Qur`an adalah turunnya Al-qur`an sekaligus ke
Baitul Izzah di langit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya.
Kemudian setelah itu Qur`an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Secara
bertahap selama dua puluh tiga tahun sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan
kejadian-kejadian sejak ia diutus sampai wafatnya. Ia tinggal di Mekkah sesudah
diutus selama 13 tahun dan sesudah hijrah tinggal di Madinah selama sepuluh
tahun. Ibnu Abbas berkata “Rasulullah SAW. Diutus pada usia empat puluh tahun.
Ia tinggal di Mekkah selama tiga belas tahun dan selama itu wahyu turun
kepadanya. Kemudian ia diperintahkan berhijrah selama sepuluh tahun. Ia wafat
dalam usia enam puluh tiga tahun.3
Mazhab kedua, yaitu
yang diriwayatkan oleh Asy-Syaibi bahwa permulaan turunnya Al-qur`an yaitu
dimulai pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, yang merupakan
malam yang diberkahi. Kemudian turunnya itu berlanjut sesudah itu secara
bertahap-tahap sesuai kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang
lebih dua puluh tiga tahun. Dengan demikian Al-qur`an hanya satu macam cara
turun, yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah SAW sebab yang demikian
inilah yang dinyatakan dalam Al-qur`an QS. AL-ISRA`: 10
¨br&ur tûïÏ%©!$# w tbqãZÏB÷sã ÍotÅzFy$$Î/ $tRôtGôãr& öNçlm; $¹/#xtã $VJÏ9r& ÇÊÉÈ
“dan Al-qur`an
telah kami turunkan secara berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan
kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian”.(QS. Al-Isra`:106)
2.
Mazhab
ketiga, Al-qur`an
diturunkan kelangit dunia selama dua puluh tiga malam Lailatul Qadar4
yang pada setiap malamnya malam-malam Lailatul Qadar itu ada yang
ditentukan Allah untuk ditentukan pada setiap tahunnya. Dan jumlah wahyu yang
diturunkannyake langit dunia pada malam Lailatul Qadar untuk masa satu
tahun penuh itu kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah
SAW sepanjang tahun.
Dengan demikian
pendapat yang kuat ialah bahwa Al-qur`an itu dua kali diturunkan:
Pertama: diturunkan
secara sekaligus pada malam Lailatul Qadar ke Baitul Izzah di langit
dunia
Kedua: diturunkan
dari langit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun.
2.
Al-qur`an
diturunkan berangsur-angsur
Allah berfirman dalam QS, ASY-SYU`ARA: 192-195
¼çm¯RÎ)ur ã@Í\tGs9 Éb>u tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÒËÈ tAttR ÏmÎ/ ßyr9$# ßûüÏBF{$# ÇÊÒÌÈ 4n?tã y7Î7ù=s% tbqä3tGÏ9 z`ÏB tûïÍÉZßJø9$# ÇÊÒÍÈ Ab$|¡Î=Î/ <cÎ1ttã &ûüÎ7B ÇÊÒÎÈ
“Dan Qur`an
benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam; dia dibawa turun oleh ar-Ruhul Amin
ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang
memberi peringatan; dengan bahasa Arab yang jelas” (QS.Asy-Syu`ara: 192-195)
Ayat diatas menjelaskan bahwa bahwa
Al-qur`an adalah kalam Allah dengan lafalnya yang berbasa Arab; dan bahwa
Jibril telah menurunkan ke dalam hati Rasulullah SAW, dan bahwa turunnya ini
bukanlah turunnya pertama kali ke langit, akan tetapi adalah turunnya Al-qur`an
secara bertahap, dan ini menunnjukkan bahwa turunnya Al-qur`an secara
bertahap-tahap dan berangsur-angsur.5
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam proses pewahyuannya, terdapat beberapa cara untuk menyampaikan wahyu yang dibawa
Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, diantaranya:
1.
Malaikat
Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi. Dalam hal ini, Nabi tidak melihat
sesuatu apapun, hanya merasa bahwa wahyu itu sudah berada di dalam kalbunya.
Mengenai hal ini, Nabi mengatakan: Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku,
- Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga Nabi mengetahui dan dapat menghafal kata-kata itu.
- Wahyu datang kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini dirasakan paling berat bagi Nabi. Kadang pada keningnya berkeringat, meskipun turunnya wahyu di musim dingin. Kadang unta Baginda Nabi terpaksa berhenti dan duduk karena merasa berat bila wahyu turun ketika Nabi sedang mengendarai unta.
- Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki, tetapi benar-benar sebagaimana rupa aslinya6
Allah memberikan wahyu
kepada para Rasul atau Nabi-Nya secara rahasia dan sangat cepat itu bervariasi.
Dari variasi itu ada dua pengelompokan, yaitu: melalui malaikat Jibril dan
langsung tanpa perantara7
1. Melalui perantara malaikat pembawa wahyu
Wahyu yang diturunkan dengan cara ini dikenal ada dua, yaitu;
Pertama, Jibril menampakan
wajahnya atau bentuknya dengan wajah asli. Cara seperti ini terjadi dua kali;
ketika Nabi Muhammad saw. menerima wahyu yang pertama Q.S. al-Alaq ayat 1-5 di
gua Hira dan ketika di Sidratul Muntaha pada malam Isra’ dan Mi’raj.
Kedua, Jibril menyamar
seperti laki-laki yang berjubah putih. Misalnya ketika Nabi Muhammad saw.
menerima wahyu tentang iman, Islam, Ihsan dan tanda-tanda kiamat.
2. Tanpa perantaraan malaikat (langsung)
a. Diantaranya melalui mimpi yang benar, misalnya wahyu surah Al-kautsar / 108
: 1-3. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.(1) Maka
dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah (2) Sesungguhnya orang-orang
yang membenci kamu Dialah yang terputus (3)
b. Allah berbicara secara langsung. Ada pula yang menyatakan bahwa cara ini
adalah turunnya wahyu melalui balik hijab. Misalnya wahyu Allah kepada Nabi
Musa yang
c. Cara lain adalah seperti gemerincing lonceng. Cara ini termasuk cara yang
paling berat dirasakan oleh Rasul. Firman Allah dalam Q.S. al-Muzammil/73 : 5.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan Perkataan yang berat kepadamu.
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Al-Qur`an
diturunkan pada bulan Ramadhan Al-Qur`an diturunkan kepada Rasulullah SAW yang
dijadikan sebagai petunjuk umat manusia. Turunnya Al-quran melalui 3 tahap
yaitu diturunkan di Lauh Mahfudz ke
Baitul Izzah kemudian di sampaikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW, melalui
perantara malikat Jibril. Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
5. manna khalil al-qathan, studi al-qur`an(cet. 16, Bogor: Pustaka Lentera
Antar Nusa, 2013)
7. Abu Anwar, Ulumul Qur’an ; sebuah pengantar (Cet. 9,
Pekan Baru: Amzah, 2009), h. 15-17
Komentar
Posting Komentar