Makalah Pasar Global di Abad 21



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Pendahuluan
Kesuksesan finansial sering tergantung pada kemampuan pemasaran. Bagian keuangan, operasi, akuntansi, dan lainnya tidak akan berarti jika tidak ada permintaan yang cukup terhadap produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Tapi, membuat keputusan pemasaran tidaklah mudah. Manajer pemasaran harus membuat keputusan seperti : fitur apa yang terdapat pada produk baru, berapa harga yang bisa ditawarkan ke konsumen, di mana harus menjual produk, dan berapa banyak biaya iklan. Perusahaan mempunyai resiko yang tinggi jika tidak memonitor konsumen dan pesaing mereka, dan jika tidak meningkatkan nilai/kualitas tawaran mereka. “Penjualan memang selalu dibutuhkan. Tetapi tujuan pemasaran bukan untuk membuat penjualan meroket. Tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami pelanggan dengan baik sehingga produk atau jasa sesuai dan dengan sendirinya terjadilah penjualan. Idealnya, pemasaran harus menghasilkan pelanggan yang siap untuk membeli. Caranya adalah dengan membuat produk atau jasa tersedia.” Peter Drucker
Pemasaran, seperti halnya dengan ilmu pengetahuan, bersifat dinamis dan selalu mengalami perubahan. Perubahan dalam dunia pemasaran merupakan suatu keharusan lantaran dunia bisnis sebagai induk dari pemasaran- terus menerus berubah menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman. Walaupun mengalami perubahan, pemasaran tidak bisa melepaskan diri dari tiga komponen yang selalu menyertai; konsumen, kompetitor dan perusahaan. Ketiga komponen ini yang selalu ada dalam setiap pembahasan tentang pemasaran.
Era globalisasi memberikan pengaruh cukup besar bagi pemasaran dan menumbuhkan tantangan-tantangan baru dalam profesi pemasaran masa kini. Pemasar dituntut untuk dapat memahami bagaimana kejadian-kejadian yang ada di berbagai penjuru dunia mempengaruhi pasar domestik dan peluang pencarian terobosan baru, dan tentu saja bagaimana perkembangan-perkembangan tersebut akan mempengaruhi pola pemasaran perusahaan.
Abad dua puluh satu sudah datang. Orang-orang menyebut abad 21 satu ini dengan sebutan abad informasi. Sistem informasi dunia yang ditulangpunggungi oleh telekomunikasi dan komputer (internet) akan banyak mempengaruhi gaya hidup, sistem politik, kehidupan sosial-budaya, dan kecenderungan ekonomi. Masing-masing bidang banyak ditunjang dan banyak dipengaruhi oleh dunia informasi.
Pemasaran yang banyak berhubungan dengan konsumen, akan dipengaruhi juga oleh informasi. Bahkan dunia pemasaran tidak akan dapat hidup bila tanpa ada informasi, apapun bentuk informasi tersebut. Apalagi telah terjadi pergeseran paradigma pemasaran, dari pemasaran transaksional ( transactional marketing ) menuju pemasaran hubungan (relationship marketing). Pemasaran hubungan, kita tahu, tidak bisa melepaskan diri dari informasi.
B.       Rumusan Masalah
1.    Pemasaran global di abad ke 21
2.    Lingkungan pemasaran global
3.    Operasi pasar global
4.    Cara memasuki pasar global
5.    Program pemasaran global
6.    Organisasi pemasaran global
C.      Tujuan Penulis
Agar mahasiswa mengetahui pasar global di abad 21 yang membahas tentang pemasaran global di abad ke 21, lingkungan pemasaran global, operasi pasar global, cara memasuki pasar global, program pemasaran global serta organisasi pemasaran global.










BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pemasaran Global Abad 21
Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum. Sedangkan pemasaran global adalah pemasaran berkala seluas dunia. Pemasaran seperti halnya dengan ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan selalu mengalami perubahan. Perubahan dalam dunia pemasaran merupakan suatu keharusan lantaran dunia bisnis sebagai induk dari pemasaran terus-menerus berubah menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman.
Era globalisasi memberikan pengaruh cukup besar bagi pemasaran dan penumbuhan tantangan-tantangan baru dalam profesi pemasaran masa kini. Pemasaran dituntut untuk dapat memahami bagaimana kejadian-kejadian yang ada di berbagai penjuru dunia mempengaruhi pasar domestic dan peluang pencarian terobosan baru, dan tentu saja bagaimana perkembangan-perkembangan tersebut akan mempengaruhi pola pemasaran perusahaan.
Abad 21 sudah datang, orang-orang menyebut abad 21 ini dengan sebutan abad informasi. Sistem informasi dunia yang ditulang punggungi oleh telekomunikasi dan computer (internet) akan banyak mempengaruhi gaya hidup, system politik , kehidupan sosial budaya, dan kecenderungan ekonomi.
Pemasaran yang banyak berhubungan dengan konsumen, akan di pengaruhi juga oleh informasi. Bahkan dunia pemasaran tidak akan hidup tanpa adanya informasi, apapun bentuk informasi tersebut. Apalagi telah terjadi pergeseran paradigm pemasaran, dari pemasaran tradisional menuju pemasaran hubungan, pemasaran hubungan tidak bisa melepaskan diri dari informasi. Perekonomian baru berdasarkan pada revolusi digital dan manajemen informasi. Informasi dapat didiferensikan tanpa batas, disesuaikan dengan kebutuhan, dan di buat pribadi.




B.       Lingkungan Pemasaran Global
Lingkungan pemasaran global ditandai dengan berbagai macam trend yaitu :
1.         Berkembangnya perekonomian global dengan berbagai karakteristik seperti:
·      Perdagangan barang berkembang jauh lebih pesat dibandingkan produksi dunia.
·      Perpindahan modal (investasi langsung asing) berkembang lebih cepat daripada perdagangan barang.
·      Semakin terbukanya berbagai perekonomian nasional (seperti RRC).
·      Pemulihan ekonomi negara berkembang yang sebelumnya terkena krisis ekonomi (Asia).
2.         Kekuatan politik yang mengarah pada struktur perdagangan bebas global dari integrasi regional.
3.         Kekuatan penawaran dan permintaan bercirikan terbentangnya peluang untuk berkembang dalam pasar global, perkembangan teknologi yang sangat pesat, dan mobilitas modal serta manusia yang semakin tinggi.
Lingkungan ekonomi global
1.    Sistem perekonomian
Secara garis besar ada tiga tipe : kapitalis, sosialis dan campuran.
·      Sistem alokasi pasar
Mengandalkan konsumen dalam mengalokasijan sumber daya. Konsumen yang menyusun rencana ekonomi dengan jalan menentukan apa yang harus diproduksi oleh siapa.
·      Sistem alokasi berdasarkan perintah
Pemerintah berkuasa penuh dalam rangka melayani kepentingan public.
·      Sistem Campuran
Sebenarnya tidak ada system alokasi pasar atau pemerintah yang murni, semua system pasar mempunyai sector pemerintah dan sector pasar.


2.    Tahap-tahap perkembangan pasar
Berdasarkan GNP perkapita, maka tahap perkembangan pasar global di klasifikasikan menjadi 5 kategori yang sangat bermanfaat sebagai basis segmentasi pasar dan targeting.
a.    Negara berpenghasilan rendah
·      Industrialisasi terbatas pada presentasi tinggi penduduk dengan pekerjaan dalam sector pertanian tinggi.
·       Tingkat kelahiran tinggi.
·       Tingkat melek rendak.
·       Sangat tergantung pada bantuan luar negeri
·       Politik tidak stabil dan banyak terjadi gejolak.
b.    Negara berpenghasilan menengah bawah (negara berkembang)
·       Berada pada tahap awal industrialisasi.
·       Mulai banyak didirikan pabrik.
c.    Negara berpenghasilan menegah atas (negara industri baru)
·      Persentase penduduk yang bekerja di sector pertanian menurun.
·      Tingkat melek huruf dan pendidikan tinggi
·      Ada peningkatan upah
3.    4 faktor utama pemicu globalisasi
a.    Faktor pelanggan (customers)
·      Kesamaan kebutuhan konsumen
·      Pelanggan global, konsumen yang membutuhka produk atau jasa yang sama diberbagai Negara
b.    Faktor biaya (cost drivers)
c.    Faktor negara (country drivers)
d.   Faktor persaingan
C.      Operasi Pasar Global
Pandangan global mengenai operasi :
Ada banyak alasan mengapa sebuah operasi bisnis domestik memutuskan untuk berkembang menjadi internasional, diantaranya :
1. Mengurangi biaya
2. Memperbaiki rantai pasokan
3. Menyediakan barang dan jasa yang lebih baik
4. Menarik pangsa pasar baru
5. Belajar untuk memperbaiki operasi
6. Mendapatkan dan mempertahankan bakat global
Membangun misi dan strategi :
      Sebuah usaha manajemen operasi yang efektif harus mempunyai sebuah misi, sehingga ia tahu ke mana arah tujuannya dan sebuah strategi, sehingga ia tahu bagaimana cara untuk bisa mencapai misi tersebut.
Membangun misi dan strategi :
1. Misi organisasi sebagaimana tujuannya – apa yang akan disumbangkan ke masyarakat/ pelanggan
2. Pernyataan misi menghasilkan batasan dan fokus organisasi, juga konsep dalam menjalankan perusahaan
3. Misi menyatakan alasan adanya suatu organisasi
Saat misi ditetapkan, strategi dan penerapannya dapat dimulai. Strategi adalah rencana tindak organisasi untuk mencapai misinya. Setiap wilayah fungsional mempunyai strategi untuk mencapai misinya dan membantu organisasi mencapai misi keseluruhan. Strategi ini memanfaatkan peluang dan kekuatan, menetralkan ancaman, dan menghindari kelemahan.
Perusahaan mencapai misinya dalam tiga jalan :
1.    Perbedaan/ pembedaan
2.    Kepemimpinan biaya
3.    Respons yang cepat
     Tiga strategi yang ada masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing (competitive advantage) berarti menciptakan sistem yang mempunyai keunggulan yang unik atas pesaing lainnya. Idenya adalah menciptakan nilai pelanggan dengan cara yang efisien dan langgeng .
Mencapai keunggulan bersaing melalui operasi :
1.      Bersaing pada pembedaan
2.      Bersaing pada biaya
3.      Bersaing pada respons
Sepuluh keputusan strategis manajemen operasi :
1. Perancangan barang dan jasa
2. Mutu
3. Perancangan proses dan kapasitas
4. Pemilihan lokasi
5. Perancangan tata letak
6. Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan
7. Manajemen rantai pasokan (supply chain)
8. Persediaan
9. Penjadwalan
10. Pemeliharaan
D.      Cara Memasuki Pasar Global
a.    Melakukan Ekspor-Impor
b.    Membuka kantor perwakilan atau cabang
Pembentukan sebuah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya disebut sebagai Greenfield Venture atau usaha ladang-hijau. Tindakan ini merupakan sebuah proses yang kompleks dan berpotensi akan memakan biaya besar, tetapi strategi ini memiliki keunggulan karena memiliki kontrol maksimum kepada perusahaan sehingga jika berhasil berpotensi memberikan laba di atas rata-rata. Hal ini secara khusus benar untuk perusahaan yang memiliki kapabilitas tidak berwujud .
c.    Mengeluarkan lisensi asing/kontrak manufaktur dan alih teknologi.
Perusahaan pemberi Lisensi  (Licensor) membuat persetujuan dengan menerima Lisensi (Licensee) bahwa Licensee memperoleh Hak untuk menggunakan Proses / Teknologi Produksi, Merk Dagang, Paten dsb,  dengan membayar Fee / Royalty kepada Licensor . Licensor dalam hal ini memperoleh manfaat , yaitu dapat memasuki pasar Asing dengan Risiko Rendah. Contoh : DISNEYLAND  mengeluarkan Lisensi untuk memproduksi dan memasarkan produknya : - Donald Bebek, Mickeymouse, dll.
d.   Melakukan Franchising
Yaitu bentuk kerjasama tertulis antara pihak Franchisor dan Franchise diberi hak untuk mendistribusikan Produk atau Jasa tertentu dalam periode dan Wilayah tertentu serta cara-cara  yang ditentukan oleh Franchisor. Contoh :  MC. Donald, KFC. Dll.
e.    Membuka Usaha Patungan atau Joint Venture
Investor luar negeri dapat bergabung investor lkal untuk membentuk usaha patungan dimana mereka membagi kepemilikan dan control. Perusahaan luar neheri mungkin kekurangan sumber daya finansial atau manajerial atau manajerial untuk menjalankan usahanya.
f.     Melakukan Akuisisi Perusahaan Lain
Akuisisi adalah pengambilan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau asset suatu perusahaan oleh perusahaan lain, dan dalam peristiwa ini baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah.
Keuntungan akuisisi diantaranya adalah :
1.   akuisisi dapat menyediakan akses cepat ke sebuah pasar yang baru
2.   akuisisi dapat memberikan jalan untuk ekspansi internasional
sedangkan kelemahan dari akuisisi adalah :
1.   pendanaan yang mahal sehingga seringkali diperlukan pendanaan melalui utang.
2.   negosiasi internasional untuk akuisis dapat menjadi kompleks karena dihadapkan pada syarat-syarat hukum dan perundang- undangan di negara tuan rumah dan perusahaan sasaran dan mendapatkan informasi yang tepat untuk menegosiasikan perjanjian.
E.       Program pemasaran global
Di satu eksterm, terdapat perusahaan yang menggunakan bauran pemasaran global standar (standardized marketing mix) diseluruh dunia. Bauran pemasaran standar adalah strategi pemasaran internasional untuk menggunakan produk, periklanan, saluran distribusi, dan elemen yang lain dalam bauran pemasaran yang pada dasarnya sama, di semua pasar internasional perusahaan. Penganut standarisasi global  menyatakan bahwa hasilnya dapat berupa penurunan biaya produksi, distribusi, pemasaran, dan biaya manajemen, yang pada gilirannya membuat perusahaan dapat menawarkan produk berkualitas lebih tinggi dan lebih andal dengan harga lebih rendah.
     Pada ekstrem lain adalah bauran pemasaran yang diadaptasikan (adapted marketing mix). Artinya strategi pemasaran internasional untuk menyesuaikan elemen-elemen bauran pemasaran pada setiap pasar sasaran internasional, yang biayanya lebih banyak namun mungkin memberikan pangsa pasar dan penghasilan yang lebih besar.


     Produk
Lima strategi produk dan promosi internasional:
1.      Perluasan produk langsung (straight product extension) berarti pemasaran suatu produk di pasar luar negeri tanpa perubahan apapun.
2.      Adaptasi produk (product adaptation) adalah menyesuaikan produk dengan kondisi atau keinginan setempat.
3.      Penemuan produk adalah menciptakan produk atau jasa untuk pasar luar negeri.
Promosi
Perusahaan dapat menerapkan strategi promosi yang sama dengan yang mereka gunakan di pasar dalam negeri, atau mengubahnya untuk setiap pasar local.
4.      Adaptasi komunikasi (communication adaptation) adalah menyesuaikan sepenuhnya pesan iklan terhadap pasar setempat.
5.      Adaptasi ganda adalah mengadaptasi promosi dengan pasir dan menyesuaikan produk tersebut.
Harga
Perusahaan menghadapi banyak masalah mengenai penetapan harga di pasar internasional. Misalnya menetapkan harga peralatan secara global. Perusahaan dapat menetapkan harga seragam di seluruh dunia, tetapi harga itu akan terlalu mahal di negara-negara miskin dan kurang tinggi di Negara kaya. Terlepas dari cara perusahaan menetapkan harga produknya, harga diluar negeri mungkin lebih tinggi daripada harga dipasar domestik. Dan masalah lain termasuk menetapkan harga untuk barang yang dikirimkan perusahaan ke anak perusahaan di luar negeri.
Saluran Distribusi
Perusahaan internasional harus mempunyai pandangan saluran-menyeluruh (whole-channel view) mengenai masalah pendistribusian produk kepada konsumen akhir. Artinya perusahaan merancang saluran international yang memperhitungkan semua jalur dalam mendistribusikan produk penjual kepada pembeli akhir, termasuk organisasi kantor pusat penjual kepada pembeli akhir, termasuk organisasi kantor pusat penjual, saluran antarnegara, dan saluran di dalam negara.
F.       Organisasi Pemasaran Global
Departemen pemasaran telah berkembang dari fungsi penjualan sederhana menjadi kelompok fungsi yang kompleks, yang tidak selalu terpadu dengan baik dalam kelompok itu sendiri atau dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi bukan pemasaran yang ada dalam perusahaan. Saat ini ada beberapa model struktur organisasi pemasaran. Setidaknya ada empat pola dasar struktur organisasi, yaitu:
1.      Struktur divisi internasional
Pada struktur ini, kegiatan perusahaan dipilah menjadi dua unit, yaitu domestic dan internasional. Fungsi utama dari divisi internasional adalah membedakan dengan tegas antara bisnis domestic dan internasional suatu perusahaan.
Kelemahan desain ini adalah sebuah perusahaan yang menggunakan desain ini dapat berkembang dengan cepat menjadi perusahaan yang terdiversifikasi. Disamping itu, perencanaan perusahaan pun menjadi aneh karena adanya dua unit otonomi. Pengisolisasian manajemen puncak yang terlihat sebagai sesuatu yang diharapkan, dapat berubah menjadi suatu hambatan. Konflik dapat muncul sejalan dengan berkembangnya kegiatan operasional dan bertumbuhnya bisnis di luar negeri. Oleh karena itu, ketika perspektif bisnis semakin luas, struktur divisi internasional menjadi tidak efektif. Permasalahan lain yang melekat pada struktur ini adalah kegiatan penelitian dan pengembangan yang tidak dapat didesentralisasikan dengan mudah, dan oleh karena itu, cenderung diorientasikan secara domestik. Dengan kegiatan penelitian dasar yang dipusatkan di Negara asal, kegiatan penelitian dan pengembangan di luar negeri biasanya hanya sekedar kegiatan modifikasi produk saja.
2.      Struktur organisasi geografis
Struktur geografis tingkat dunia dapat mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan struktur divisi internasional. Operasi luar negeri dan domestic tidak dipisahkan, tetapi terintegrasi menjadi satu seolah-olah batas-batas antarnegara tidak pernah ada. Pasar dunia dipilah-pilah menjadi wilayah-wilayah geografis. Tanggung jawab operasional berada pada manajer lini sementara kantor pusat bertanggung jawab atas perancangan dan pengendalian tingkat dunia. Perusahaan yang beroperasi dengan menggunakan struktur geografis biasanya memiliki karakteristik berikut ini:
a.       Lini produk mereka kurang beragam.
b.      Produk mereka dijual ke pengguna akhir.
c.       Pemasaran adalah variabel yang sangat penting.
d.      Semua produk mereka dipasarkan melalui saluran distribusi yang sama.
e.       Produk diubah sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal.
Organisasi geografis memiliki beberapa keuntungan. Pendelegesasian wewenang dan tanggung jawab lininya dilakukan secara eksplisit. Koordinasi antara penjualan produk dan produksinya diperkuat, dan secara keseluruhan ada pemusatan pengalaman dari bidang-bidang permasalahan yang sering dihadapi. Kerugian yang paling dirasakan dari struktur ini adalah adanya sejumlah besar eksekutif "super" yang dibutuhkan untuk menjalankan organisasi secara efektif. Kerugian lainnya adalah adanya kemungkinan bahwa masing-masing produk individu tidak mendapat perhatian yang cukup karena tidak ada satu orang eksekutif yang secara khusus bertanggung jawab untuk segala kegiatan produk tersebut. Penggunaan manajer produk di kantor pusat dapat mengatasi masalah ini dengan cara memastikan bahwa setiap lini produk telah melakukan penetrasi yang benar di pasaran dunia.
3.      Struktur organisasi produk
Struktur ketiga ini memberikan tanggung jawab penanganan tingkat dunia kepada eksekutif grup produk di tingkat lini manajemen. Koordinasi kegiatan dalam suatu wilayah geografis ditangani oleh para staf ahli kantor pusat. Desentralisasi wewenang sangat penting dalam struktur ini. Lebih banyaknya tanggung jawab pengambilan keputusan yang diberikan kepada manajer setempat menyebabkan mereka lebih termotivasi.
Perusahaan yang menggunakan struktur ini biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut:
a.       Perusahaan terdiri dari pengguna akhir yang beragam.
b.      Lini produknya sangat diverifikasi dan membutuhkan kemampuan teknologi tingkat tinggi.
c.       Biaya pengapalan, tarif, dan pertimbangan biaya tertentu lainnya mempengaruhi produsen setempat.
Desentralisasi wewenang adalah keuntungan utama struktur ini. Motivasi kepala divisi sangat tingi. Produk baru dapat ditambahkan dan yang lama dihapuskan tanpa membawa dampak besar terhadap kegiatan operasional secara keselurahan. Keuntungan lainnya dari struktur ini adalah pengendalian suatu produk di sepanjang siklus hidupnya dapat dilakukan dengan lebih baik. Disamping itu, perusahaan multinasional tidak perlu mengabaikan struktur divisi produk dunia pada saat kegiatan operasional di luar negeri ternyata makin berkembang.
Kelemahan dari struktur ini adalah kemungkinan munculnya masalah koordinasi antara berbagai divisi produk. Divisi produk harus dikontrol secara rutin oleh manajemen puncak. Di samping itu, kepala divisi yang dipromosikan ke kantor pusat cenderung bertindak bias karena pengalaman mereka dengan lini produk tertentu yang ditangani selama ini memungkinkan pengabaian beberapa produk lainnya. Beberapa perusahaan menugaskan seseorang yang ahli dalam wilayah tertentu untuk mengatasi peramasalahan tersebut.
4.      Struktur organisasi matriks
Salah satu perkembangan dalam desain organisasi belakangan ini adalah struktur matriks. Struktur ini, yang pertama-tama dikenal pada tahun 1960-an, telah dipergunakan oleh berbagai perusahaan multinasional. Struktur matriks memberikan tingkat fleksibilitas yang lebih besar ketimbang struktur komando lini tunggal yang telah didiskusikan sebelumnya dan menyelaraskan fleksibilitas ini dengan koordinasi dan skala ekonomis yang merupakan kekuatan dari sebuah organisasi besar. Ciri-ciri utama dari organisasi matriks adalah adanya manajer tertentu yang melapor kepada dua atasan, ketimbang ke satu atasan seperti yang dianut oleh cara-cara tradisional; adanya dua buah rantai komando yang digunakan. Perusahaan cenderung mengadopsi bentuk matriks ketika memiliki tingkat tanggapan yang tinggi pada dua sektor, seperti produk dan geografi adalah dua hal yang benar-benar penting; ketika ketidak pastian bisnis mengharuskan dilakukannya pemrosesan informal yang sangat tinggi; dan ketika ada hambatan besar sumber daya keuangan dan/atau manusia.
Dalam mendesain sistem matriks, seseorang harus sadar akan permasalahan yang biasanya muncul pada sistem ini. Pertentangan kekuasaan biasanya merupakan masalah pertama yang muncul ketika sistem ini diterapkan. Pertentangan ini muncul dari sistem komando ganda, yang bertendensi menciptakan ketidakseimbangan kekuatan karena setiap pihak berusaha menentukan sendiri batas-batas pengaruhnya. Di samping kontrol yang ketat atas anggaran dan sistem evaluasi, keseimbangan dapat dipelihara dengan menggunakan tingkat gaji, nama, jabatan, dan cara-cara lain yang dapat meningkatkan status dari pihak yang lebih lemah.
Permasalahan yang lain adalah adanya keyakinan yang salah yang mengatakan bahwa manajemen matriks adalah pengambilan keputusan yang dilakukan secara kelompok. Ini tidak benar. Masing-masing pimpinan matriks dan mitra paralelnya di sisi yang lain memiliki fungsi terpisah yang jarang sekali bertentangan, akan menghadap ke kedua pimpinan hanya sebagai tampat pengaduan terakhir. Kedua pimpinan jarang sekali harus bertemu untuk pengambilan keputusan.
Kesimpulannya, sistem matriks sangat bermanfaat bagi perusahaan yang harus bereaksi secara cepat terhadap lingkungan. Perusahaan biasanya berubah secara cepat terhadap lingkungan. Perusahaan biasanya berubah secara bertahap untuk menuju ke bentuk matriks ketimbang langsung menggunakannya pada saat pertama kali beroperasi. Di samping matriks geografis dan produk, dapat juga dibuat sistem matriks geografis fungsional dan produk.
Jenis lain dari struktur diatas adalah stuktur organisasi fungsional, hal ini tidak akan dibahas karena tidak banyak perusahaan multinasional yang menggunakan jenis tersebut. Kerugian utamanya adalah terlalu banyaknya sentralisasi. Hal ini membuat sulitnya koordinasi dalam pengambilan keputusan fungsional dan saling ketergantungan.
Pilihan bentuk organisasi suatu perusahaan memiliki implikasi yang sangat besar pada fungsi pemasaran. Sebuah perusahaan multinasional harus memilih struktur organisasi yang memaksimalkan desentralisasi, disamping tetap memungkinkan koordinasi antar kegiatan-kegiatan yang independen.
Struktur tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
1.    Kuliatas manajemen
3.        Keragaman lini produk
4.        Ukuran perusahaan
5.        Lokasi anak cabang dan karakteristiknya
6.        Blok perekonomian












BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dengan semakin majunya teknologi, seharusnya bisa di manfaatkan oleh perusahaan, sehingga pendistribusian dan penjualan terhadap konsumen bisa semakin banyak dan luas, dan perusahaan-perusahaan harus lebih kreatif dalam berproduksi dan memasarkan barang sehingga produknya akan diminati oleh konsumen luar negeri sehingga dapat menembus pasar internasional
























DAFTAR PUSTAKA
http://www.academia.edu/25712035/Manajemen_Pemasaran_Abad_21

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Hukum Bisnis Perseroan Terbatas

Makalah Kepemimpinan

Makalah Kependudukan dan Ketenagakerjaaan